• Breaking News

    Cara Menghasilkan Uang Dari Internet|Cara Mendapatkan Uang Dari Internet|Cara Cari Uang di Internet|Cara Mendapatkan Uang dari Facebook|Cara Mendapatkan Uang Dengan Cepat|Peluang Usaha Sampingan|Peluang Usaha Rumahan|Butuh Uang Cepat|cara mendapatkan uang dengan mudah

    30 November 2012

    Prof Ohge Penemu Pakaian Antibau

    Awalnya adalah Profesor Hiroki Ohge dari Hiroshima University yang mempelajari bagaimana penyakit dapat mempengaruhi bau gas buang angin seseorang. Dengan menganalisis baunya, terutama hidrogen sulfidanya, seseorang bisa dideteksi penyakitnya.

    Yang menarik, selama belajar di Amerika, Prof. Ohge menemukan beberapa bantal dan celana pendek yang dijual yang kainnya mengandung karbon aktif untuk menyerap bau. Tetapi itu dirasanya tidak efektif. Menurut pikirannya, akan lebih baik jika karbon aktif itu dibungkus dan direkatkan pada celana sehingga ketika buang angin baunya tak akan menyebar.

    Setelah kembali ke Jepang Prof. Ohge menawarkan prinsip kerja celana antibau itu ke 50-an perusahaan tekstil. Akhirnya, perusahaan bernama Seiren Co. Ltd. setuju mengajaknya bekerjasama.

    Namun perusahaan itu kurang setuju jika menggunakan karbon aktif, karena akan merepotkan saat pakaian itu harus dicuci. Prof. Ohge pun melakukan penelitian lanjutan. Akhirnya ditemukan bahan penggantinya yaitu keramik. Keramik memiliki pori-pori kecil yang tak terhitung jumlahnya, tetapi lebih kuat dan bisa tahan di pakaian meski dicuci. Keramik juga mengandung ion logam yang memecah dan menghilangkan bau yang dikeluarkan tubuh.

    Keramik yang digunakan tentulah sudah dibuat sedemikian rupa sehingga pakaian antibau itu tetap nyaman dipakai seperti pakaian yang menggunakan bahan kain biasa. Menurut perusahaan itu, keramik yang digunakan ukurannya dibuat sedemikian kecil seukuran nanoscopic sehingga bisa diikat dalam benang fiber yang digunakan untuk membuat kain.

    Tahun 2008 Prof. Ohge dan Seiren mulai memperkenalkan pakaian dalam antibau ini ke panti-panti jompo, karena mereka umumnya yang paling membutuhkan pakaian antibau. Hasilnya pengelola panti jompo menyukainya karena pakaian produksi Seiren itu bisa mengurangi bau. Produk celana pendek itu kemudian dikembangkan lagi dengan target pasar lebih luas.

    Akhirnya perusahaan ini menjual pakaian antibau yang bisa menyerap bau badan atau bau buang angin untuk pasar umum. "Banyak orang yang ekstra sensitif terhadap bau mereka sendiri. Produk-produk ini dapat membantu orang untuk lebih percaya diri," kata Prof. Ohge. Menurut Prof. Ohge, pakaian buatan Seiren itu bisa menyerap 95% bau, di mana 80% di antaranya diserap dalam 30 detik pertama sejak kontak. Inovasi yang menarik.

    (Sumber: Rocknews24.com)

    No comments:

    Fashion

    Beauty

    Travel